Senin, 29 Desember 2014

Resensi buku


RESENSI BUKU 


IDENTITAS BUKU:
kategori sub : komputer (pemrograman)
penulis : iman maulana
ukuran/halaman :16x23 cm / x+ 194 halaman
edisi/cetakan : I, 1st published
tahun terbit : 2014
berat : 266 gram



Pendahulan

bagaimana cara membuat game? apa yang harus di pelajari? software apa yang di perlukan?

jika bertanya seperti itu, maka panulis akan menjawab " SELAMAT ANAD TELAH MEMGANG BUKU INI!" buku ini adalah sebuah tiket kita untuk membimbing anda menjadi seorang developer game flash. di sini akan di bahas bagaimana membuat game dengan sebuah software bernama adobe flash profesional cs6.
semenjak kehadirannya tahun 1996 flash mampu menciptakan dunia animasi dan web interaktif yang menarik. bahkan setelah kehadiran ActionScript, flash menjadi sebuah program pembuat game yang mudah dan efektif.
kehadiran ActionScript 3.0 seakan membawa perubahan yang besar di dunia pemrograman game.dengan wajah barunya, AS3 menjadi bahasa pemrograman yang lebih kompleks, namun semakin cepat dan mudah dalam pembuatan game.

sinopsis

Perkembangan yang pesat di dunia komputer khususnya di bidang software development mempunyai dampak besar terhadap industri game. Banyak sekali developer-developer game menekuni pembuatan game baik untuk keperluan komersil maupun non komersil. Terdapat banyak sekali software-software yang bisa digunakan dalam pengembangan game baik itu pc game maupun mobile game. Salah satunya adalah Pembuatan game dengan menggunakan Adobe Flash.
Buku ini dipersembahkan bagi anda yang ingin mempelajari cara pembuatan game dengan flash. Bagi anda yang sudah mengenal flash maupun pemograman action script, buku ini bisa menjadi bahan referensi yang pas bagi anda untuk dipelajari. Jika anda masih pemula dan baru mengenal flash maupun dunia programming, jangan berkecil hati karena buku ini akan membimbing anda selangkah demi selangkah bagaimana untuk membuat sebuah game sampai anda benar-benar memahaminya.

Kelebihan
1.  banyak step dan tutorial nya
2. mudah di mengerti, dan banyak gambar yg menarik
3. contohnya pun lebih rinci dan mudah untuk di ikuti

Kekurangan
1. di butuhkan ketelitian khusus
2. ada beberapa script pemrograman yang sulit di pahami
3. banyak bahasa pemrograman yang belum di ketahui
4. kurang berwarna.



judul :tidur berbantal koran
penulias : N.mursidi
penerbit : Elex media komputindo
tahun terbit : pertama 2013
jumlah halaman : 246 halaman

Sebagai seorang yang sangat suka membaca saya  selalu tergelitik ingin tahu apakah orang-orang yang pekerjaannya menjual bahan-bahan bacaan seperti  penjual koran, penjual buku-buku bekas, pramugari toko buku, dll membaca juga apa yang mereka jajakan? Jika memang demikian tentunya akan banyak sekali manfaat yang mereka peroleh dari apa yang mereka jajakan karena buku, koran, majalah, dll adalah sumber pengetahuan dan ispirasi hidup yang begitu mudah mereka dapatkan hanya dengan cara membacanya. 


Itulah yang dialami N. Mursidi, seorang anak desa yang mencoba membiayai kuliahnya di Jogya dengan cara berjualan koran. Sebelumnya cita-citanya hanyalah bisa kuliah dan memperoleh pekerjaan yang layak. Namun siapa sangka, dari yang tadinya berjualan koran hanya untuk sekedar membiayai hidup dan kuliahnya ternyata dari koran-koran yang ia jajakan itu jalan hidup dan mimpinya berubah.

Berawal dari seorang tukang becak  yang selalu membeli korannya untuk dibacanya membuat Mursidi tergeragap melihat begitu antusiasnya seorang tukang  yang rela menyisihkan sedikit hasil jerih lelahnya untuk membeli koran dan membacanya dengan tekun. 

“Aku merasa malu pada diriku sendiri. Selama tujuh hari berjualan koran, aku tidak pernah membaca koran yang kujajakan sendiri. Aku seperti tidak peduli dengan apa yang kujual karena yang kuinginkan adalah koranku lalu… Tak pernah aku meluangkan waktu untuk membaca dengan detail isi berita koran yang kujual” (hlm 5-6)
Tergugah oleh apa yang dilakukan tukang becak itu maka iapun tergerak untuk membaca setumpuk koran yang dijualnya. Dari apa yang dibacanya itu Mursidi menemukan sebuah opini yang ditulis mahasisiwa di sebuah rubrik koran yang dijualnya. Dari situ dirinya tersadarka akan  sebuah kenyataan bahwa mahasiswa seperti dirinya bisa menulis di koran apalagi ketika dirinya membaca rubrik resensi di koran Mingggu yang biasanya ditulis oleh para mahasiswa. Saat itulah ia memutuskan untuk bisa menulis di koran.


“Setiap selesai membaca tulisan-tulisan penulis yang masih berstatus mahasiswa itu, otakku serasa mendidih bagai air yang dijerang di atas tungku. Ada sekelebat mimpi di dadaku yang memompaku untuk bisa menulis; menorehkan namaku di koran seperti mereka. Maka dalam hati, aku berjanji bahwa suatu saat nanti aku harus bisa menulis di koran.” (hlm 6)

Semenjak itu pula dirinya makin rajin membaca koran  yang dijualnya dan mempelajari tulisan yang dimuat secara koran secara otodidak dan mulailah ritual baru dalam kehidupannya, pagi berjualan koran dan membaca koran setiap ada kesempatan, siang berangkat kuliah, dan malam harinya menulis dengan mesin tik bekas yang dibeli dari temannya. Demi menghasilkan tulisan ia rela memotong waktu tidurnya agar memiliki waktu banyak untuk  menulis dan mencoba mengirimkan tulisan-tulisannya ke sejumlah koran. 

"Waktu itu, aku memang sengaja tidak membeli bantal  agar jam tidurku tidak berkepanjangan. Tak salah, karena di kamar banyak buku, maka buku-bukuku itulah yang kerap kujadikan bantal. Tak jarang, aku pun bahkan memakai alas tumpukan koran sebagai bantal" (hlm 172-173)

Namun tak semudah yang ia bayangkan, ia harus menghadapi banyak tantangan, ada banyak jalan berliku, perjuangan yang tidak mudah, persaingan yang ketat antara sesama penulis, dan ekstra kesabaran yang harus dilakonimya sebelum akhirnya tulisannya dimuat di koran. Dan karena ketekunannya membaca dan menulis secara otodidak pada akhirnya tidak hanya satu dua tulisan yang berhasil dimuat di koran melainkan  ratusan tulisannnya menghiasi berbagai koran lokal dan nasional dan hal ini pula yang akan mengantar dirinya menjadi seorang wartawan dan penulis tetap di sebuah majalah islami terkenal hingga kini.

Semua pengalaman N. Mursidi dari seorang penjual koran menjadi wartawan tersebut tertuang dalam buku memoarnya yang berjudul “Tidur Berbantal Koran”.  Buku ini tersaji dalam 4 bagian besar. Di bagian pertama dikisahkan suka duka penulis berjualan koran di jalanan, bagaimana trik-triknya untuk mendapatkan pembeli, serta bagaimana kerasnya hidup di jalanan dan bagaimana penulis dengan hidup nomaden dengan sepeda Onthelnya

Pengalaman penulis ketika belajar menulis secara otodidak dengan mesin tik bekas di malam hari bagaimana perjuangan penulis agar tulisannya dimuat di koran  tersaji di bagian kedua dan ketiga.  Ada berbagai pengalaman menarik di bagian ini antara lain bagaimana tulisannya menjadi pembungkus nasi yang sedang disantapnya, pengalaman pertama mengirim resensi via email, dan bagaimana pengalaman pahitnya ketika ia diejek teman-temannya  karena terus menerus menerima surat pengembalian resensi dari Kompas.Dan di bagian akhir bagian ketiga ini penulis juga menyuguhkan tips-tips membuat resensi berdasarkan pengalamannya

Di bagian ke empat, yang merupakan bagian akhir dari memoar ini ada bagian yang menyuguhkan tips dan buah manis dari perjuangannya menulis untuk koran seperti tips membaca koran dan menyelami apa yang ada di balik teks, dan kisah bagaimana akhirnya penulis hijrah ke Jakarta dan diterima sebagai wartawan di sebuah majalah Islami terkenal.

Singkatnya lewat memoar yang tersaji dengan menarik dan ditulis dengan jujur dan apa adanya ini akan mendorong pembacanya untuk tidak menyerah dalam menggapai mimpi walau seribu kesulitan dan tantangan menghadang. Buku ini cocok sekali untuk memotivasi para penulis yang sedang mencoba menjajal kemampuan menulisnya dan sedang memimpikan namanya tercetak di koran-koran.

Lewat buku ini pembaca akan diajak menapaki jejak perjuangan penulis dimana awalnya ia begitu sulit menembus koran namun berkat ketekunan dan kerja kerasnya akhirnya si mantan penjual koran ini berhasil menjadi penulis produktif  dimana hingga kini ada sekitar 300an  tulisannya (opini, essai, cerpen, resensi) yang sudah dimuat di koran lokal dan nasional. Tak berlebihan rasanya jika harian Jurnal Nasional  menyebutnya sebagai "Raja Resensi"

Satu-satunya kritik terhadap buku ini adalah pada label yang diberikan penerbit pada memoar ini. Di cover buku ini tepatnya di atas nama penulisnya tertera tulisan "Sebuah Novel" padahal dalam pendahuluannya penulis dengan jelas menyebutkan bahwa buku ini adalah Memoar. Lalu kenapa menjadi novel? padahal novel dan memoar adalah dua hal yang berbeda. Atau apakah ini novelisasi dari pengalaman penulis? Dalam sebuah kesempatan saya pernah menanyakan langsung pada penulisnya, dan beliau mengatakan bahwa semua yang ditulis dalam buku ini adalah kisah nyata dan tidak ada dramatisasi kisah seperti layaknya sebuah novel  yang diangkat dari kisah nyata.

Jika ini memoar, kenapa penerbit mencantumkan label novel pada buku ini? Apakah ini hanyalah strategi pasar? Bagi seorang pembaca saya tentunya tidak bisa menerima alasan ini karena yang dibutuhkan pembaca sejati adalah buku yang kemasannya (cover, label, judul, sinopsis, dll) mencerminkan isi buku yang sesuai dengan apa yang hendak disampaikan penulisnya.

Identitas Buku
Judul                            : Tidur Berbantal Koran
Penulis                         : N. Mursidi
Penerbit                        : Elex Media Komputindo
Tahun Terbit                : Pertama, 2013
Jumlah Halaman          : 246 halaman
ISBN                            :  978-602-020-594-6
Kelebihan dan Kekurangan Buku
Kelebihan Buku:
1.      Cover buku cukup menarik dan sesuai dengan keadaan penulis pada saat itu yang menjadi seorang mahasiswa di Yogjakarta. (yaitu diikut sertakannya tugu Yogja pada Cover tsb.)
2.      Buku ini menceritakan kisah dari seorang mahasiswa.
3.      Buku ini ditulis dengan jujur dan apa adanya, tidak ada dramatisasi kisah seperti layaknya sebuah novel yang diangkat dari kisah nyata. 
4.      Buku ini mengajarkan kita akan arti perjuangan yang akan sia-sia tanpa pengorbanan dan usaha yang keras.

Kekurangan Buku
Label yang diberikan penerbit seharusnya sama dengan apa yang ditulis oleh penulis. Bukan sebuah “novel” tapi sebuah “memoar”.

Pendapat  Resensator terhadap BukuTidur Berbantal Koran”
Di cover buku ini tepatnya di atas nama penulisnya tertera tulisan "Sebuah Novel" padahal dalam pendahuluannya penulis dengan jelas menyebutkan bahwa buku ini adalah Memoar. Lalu kenapa menjadi novel? padahal novel dan memoar adalah dua hal yang berbeda. Atau apakah ini novelisasi dari pengalaman penulis? Dalam sebuah kesempatan saya pernah menanyakan langsung pada penulisnya, dan beliau mengatakan bahwa semua yang ditulis dalam buku ini adalah kisah nyata dan tidak ada dramatisasi kisah seperti layaknya sebuah novel  yang diangkat dari kisah nyata.  Jika ini memoar, kenapa penerbit mencantumkan label novel pada buku ini? Apakah ini hanyalah strategi pasar? Bagi seorang pembaca saya tentunya tidak bisa menerima alasan ini karena yang dibutuhkan pembaca sejati adalah buku yang kemasannya (cover, label, judul, sinopsis, dll) mencerminkan isi buku yang sesuai dengan apa yang hendak disampaikan penulisnya.


Kamis, 14 November 2013

Pengertian, Tipe dan Struktur pada Organisasi
Secara sederhana, organisasi bisa diartikan sebagai suatu alat atau wadah kerjasama untuk mencapai tujuan bersama dengan pola tertentu  yang perwujudannya memiliki kekayaan baik fisik maupun non fisik. Sehingga bisa dimungkinkan terjadinya suatu konflik dalam sebuah organisasi yang dikarenakan oleh adanya ketidakselarasan tujuan, perbedaan interpretasi fakta, ketidaksepahaman yang disebabkan oleh ekspektasi perilaku dan sebagainya.
Berikut ini adalah pengertian dan definisi organisasi menurut beberapa ahli :
ROSENZWEIG
Organisasi dapat dipandang sebagai :
  • Sistem sosial, yaitu orang-orang dalam kelompok.
  • Integrasi atau kesatuan dari aktivitas-aktivitas orang-orang yang bekerja sama.
  • Orang-orang yang berorientasi atau berpedoman pada tujuan bersama.
- MATTHIAS AROEF
Suatu organisasi terjadi apabila sekelompok orang bekerja bersama sama untuk mencapai tujuannya.
PFIFFNER dan SHERWOOD
Organisasi sebagai suatu pola dari cara-cara dalam mana sejumlah orang yang saling berhubungan, bertemu muka, secara intim dan terkait dalam suatu tugas yang bersifat kompleks, berhubungan satu dengan yang lainnya secara sadar, menetapkan dan mencapai tujuan yang telah ditetapkan semula secara sistematis.
- BAKKE
Organisasi merupakan  sebuah sistem yang kontinue dari penggunaan, pemindahan aktivitas-aktivitas manusia yang dibebankan dan dikoordinasikan, sehingga membentuk suatu kumpulan tertentu yang terdiri dari manusia, material, kapital, gagasan, dan sumber daya alam ke dalam suatu keseluruhan pemecahan persoalan
ALLEN
Organisasi adalah suatu proses identifikasi dan pembentukan serta pengelompokan kerja, mendefinisikan dan mendelegasikan wewenang maupun tanggung jawab dan menetapkan hubungan – hubungan dengan maksud untuk memungkinkan orang-orang bekerjasama secara efektif dalam menuju tujuan yang ditetapkan.
Sebuah organisasi tidak akan bisa lepas dengan yang namanya struktur organisasi. Karena struktur organisasi adalah cara suatu aktivitas organisasi dibagi, di organisir, dan dikoordinasikan.
Menurut ERNEST DALE, sebuah struktur organisasi harus memuat tentang 5 hal  sebagai berikut:
  • Daftar pekerjaan yang perlu dilakukan untuk mencapai tujuan organisasi
  • Membagi jumlah beban kerja dalam tugas-tugas atau biasa disebut pembagian kerja (devision of work)
  • Menggabungkan tugas-tugas dalam keadaan yang logis dan efisien atau departementalisasi (departmentalization)
  • Menetapkan mekanisme untuk koordinasi
  • Memonitor efektivitas struktur organisasi dan melakukan penyesuaian apabila diperlukan
Dalam perkembangan untuk saat ini pada pokoknya ada 6 bentuk organisasi yang perlu diperhatikan. Bentuk organisasi tersebut adalah:
1. ORGANISASI LINI (LINE ORGANIZATION)
Diciptakan oleh Henry Fayol, Organisasi lini adalah suatu bentuk organisasi yang menghubungkan langsung secara vertical antara atasan dengan bawahan, sejak dari pimpinan tertinggi sampai dengan jabatan-jabatan yang terendah, antara eselon satu dengan eselon yang lain masing-masing dihubungkan dengan garis wewenang atau komando. Organisasi ini sering disebut dengan organisasi militer. Memiliki ciri-ciri:
  • Hubungan antara atasan dan bawahan masih bersifat langsung dengan satu garis wewenang
  • Jumlah karyawan sedikit
  • Pemilik modal merupakan pemimpin tertinggi
  • Belum terdapat spesialisasi
  • Masing-masing kepala unit mempunyai wewenang & tanggung jawab penuh atas segala bidang pekerjaan
Keuntungan-keuntungan penggunaan organisasi tipe garis adalah :
  • Ada kesatuan komando yang terjamin dengan baik
  • Disiplin pegawai tinggi dan mudah dipelihara (dipertahankan)
  • Koordinasi lebih mudah dilaksanakan
  • Proses pengambilan keputusan dan instruksi-instruksi dapat berjalan cepat
  • Garis kepemimpinan tegas, tidak simpang siur, karena pimpinan langsung berhubungan dengan bawahannya sehingga semua perintah dapat dimengerti dan dilaksanakan
Kelemahan-kelemahan organisasi garis :
  • Tujuan dan keinginan pribadi pimpinan seringkali sulit dibedakan dengan tujuan organisasi
  • Pembebanan yang berat dari pejabat pimpinan , karena dipegang sendiri
  • Adanya kecenderungan pimpinan bertindak secara otoriter/diktaktor, cenderung bersikap kaku (tidak fleksibel).
  • Kesempatan pegawai untuk berkembang agak terbatas karena sukar untuk mengabil inisiatif sendiri
2. ORGANISASI LINI DAN STAF (LINE AND STAFF ORG)
Merupakan kombinasi dari organisasi lini, asaz komando dipertahankan tetapi dalam kelancaran tugas pemimpin dibantu oleh para staff, dimana staff berperan memberi masukan, bantuan pikiranm saran-saran, data informasi yang dibutuhkan. Memiliki ciri-ciri:
  • Hubungan atasan dan bawahan tidak bersifat langsung
  • Pucuk pimpinan hanya satu orang dibantu staff
  • Terdapat 2 kelompok wewenang yaitu lini dan staff
  • Jumlah karyawan banyak
Keuntungan penggunaan bentuk organisasi garis dan staf:
  1. Asas kesatuan komando tetap ada. Pimpinan tetap dalam satu tangan.
  2. Adanya tugas yang jelas antara pimpian staf dan pelaksana
  3. Tipe organisasi garis dan staf fleksibel (luwes) karena dapat ditempatkan pada organisasi besar maupun kecil.
  4. Pengembalian keputusan relatif mudah, karena mendapat bantuan/sumbangn pemikiran dari staf.
Kelemahan-kelemahan dari bentuk Organisasi garis dan staf:
  1. Kelompok pelaksana terkadang bingung untuk membedakan perintah dan bantuan nasihat
  2. Solidaritas pegawai kurang, karena adanya pegawai yang tidak saling mengenal
  3. Sering terjadi persaingan tidak sehat, karena masing-masing menganggap tugas yang dilaksanakannyalah yang penting
3. ORGANISASI FUNGSIONAL (FUNCTIONAL ORG)
  • Diciptakan oleh Frederick W. Taylor, Organisasi ini disusun berdasarkan sifat dan macam pekerjaan yang harus dilakukan, masalah pembagian kerja merupakan masalah yang menjadi perhatian yang sungguh-sungguh. Memiliki ciri-ciri:
  • Pembidangan tugas secara tegas dan jelas dapat dibedakan
  • Bawahan akan menerima perintah dari beberapa atasan
  • Pekerjaan lebih banyak bersifat teknis
Keuntungan-keuntungan menggunakan organisasdi fungsional :
  1. Spesialisasi dapat dilakukan secara optimal
  2. Para pegawai bekerja sesuai ketrampilannya masing-masing
  3. Produktivitas dan efisiensi dapat ditingkatkan
Kelemahan-kelemahan organisasi fungsional:
  1. Pekerjaan seringkali sangat membosankan
  2. Sulit mengadakan perpindahan karyawan/pegawai dari satu bagian ke bagian lain karena pegawai hanya memperhatikan bidang spesialisasi sendiri saja
  3. Sering ada pegawai yang mementingkan bidangnya sendiri, sehingga koordinasi menyeluruh sulit dan sukar dilakukan
4. ORGANISASI LINI & FUNGSIONAL (LINE & FUNCTIONAL ORG)
  • Suatu bentuk organisasi dimana wewenang dari pimpinan tertinggi dilimpahkan kepada perkepala unit dibawahnya dalam bidang pekerjaan tertentu dan selanjutnya pimpinan tertinggi tadi masih melimpahkan wewenang kepada pejabat fungsional yang melaksanakan bidang pekerjaan operasional dan hasil tugasnya diserahkan kepada kepala unit terdahulu tanpa memandang eselon atau tingkatan. Memiliki ciri-ciri:
  • Tidak tampak adanya perbedaan tugas-tugas pokok dan tugas-tugas yang bersifat bantuan.
  • Terdapat spesialisasi yang maksimal
  • Tidak ditonjolkan perbedaan tingkatan dalam pemabagian kerja
Kebaikan organisasi Lini dan fungsional :
  1. Solodaritas tinggi
  2. Disiplin tinggi
  3. Produktifitas tinggi karena spesialisasi dilaksanakan maksimal
Sedangkan keburukannya adalah :
  1. Kurang fleksibel dan tour of duty
  2. Pejabat fungsional akan mengalami kebingungan karena dikoordinasikan oleh lebih dari satu orang
  3. Spesiaisasi memberikan kejenuhan
5. ORGANISASI LINI, FUNGSIONAL DAN STAF (LINE, FUNCTIONAL AND STAFF ORG)
  • Organisasi ini merupakan perkembangan lebih lanjut dari organisasi berbentuk lini dan fungsional. Memiliki ciri-ciri:
  1. Organisasi besar dan kadang sangat ruwet
  2. Jumlah karyawan banyak.
  3. Mempunyai 3 unsur karyawan pokok:
1.                   Karyawan dengan tugas pokok (line personal)
    1. Karyawan dengan tugas bantuan (staff personal)
  1. Karyawan dengan tugas operasional fungsional (functional group)
6. ORGANISASI KOMITE (COMMITE ORG)
  • Suatu organisasi dimana tugas kepemimpinan dan tugas tertentu lainnya dilaksakan secara kolektif.
Organisasi komite terdiri dari :
  1. Executive Committee ( Pimpinan Komite), yaitu para anggotanya mempunyai wewenang lini
  2. Staff Committee, yaitu orang – orang yang hanya mempunyai wewenang staf
Memiliki ciri-ciri :
  • Adanya dewan dimana anggota bertindak secara kolektif
  • Adanya hak, wewenang dan tanggung jawab sama dari masing-masing anggota dewan.
  • Asas musyawarah sangat ditonjolkan
  • Organisasinya besar & Struktur tidak sederhana
  • Biasannya bergerak dibidang perbankan, asuransi, niaga.
Kebaikan Organisasi komite :
  1. Pelaksanaan decision making berlangsung baik karena terjadi musyawarah dengan pemegang saham maupun dewan
  2. Kepemimpinan yang bersifat otokratis yang sangat kecil
  3. Dengan adanya tour of duty maka pengembangan karier terjamin
Sedangkan keburukannya :
  1. Proses decision making sangat lambat
  2. Biaya operasional rutin sangat tinggi
  3. Kalau ada masalah sering kali terjadi penghindaran siapa yang bertanggung jawab
Struktur Organisasi adalah susunan dan hubungan-hubungan antar komponen
bagian-bagian dan posisi-posisi dalam suatu perusahaan ,sedangkan
disetiap komponen dari organisasi tersebut adalah saling tergantung,yang
apabila setiap bagian dapat dikeloladengan baik maka organisasi
tersebutpun akan ikut membaik.sedangkan
Pengorganisasian
(Organizing) adalah proses pengaturan sumber daya organisasi untuk
mencapai tujuan yang diinginkan dengan memperhatikan lingkungan yang
ada.hal ini akan sangat mempengaruhi dalam kelancaran atau kesejahteraan
organisasi
tersebut,lingkunan adalah faktor yang sangat
mempengaruhi.tentu dalam tujuan sebuah organisasi yang baik tidak akan
mengorbankan lingkungan sekitar demi kepentingan organisasinya semata.
Menurut Keith Davis ada 6 bagan bentuk struktur organisasi yaitu :
1. Bentuk Vertikal
2. Bentuk Mendatar / horizontal
3. Bentuk Lingkaran / circular
4. Bentuk Setengah lingkaran / semi Sircular
5. Bentuk Elliptical
6. Bentuk Piramida terbalik (Invented Piramid)
Bagan organisasi adalah suatu upaya dengan tulisan atau lisan untuk menunjukan tingkatan organisasi.
1.Bagan mendatar ialah bentuk bagan organisasi yang saluran wewenangnya
dari pucuk pimpinan sampai dengan satuan organisasi atau pejabat yang
terendah disusun dari kiri kea rah kanan atau sebaliknya.
2.Bagan Lingkaran ialah bentuk bagan organisasi yang saluran wewenangnya
dari pucuk pimpinana sampai dengan satuan organisasi atau pejabat yang
terendah disusun dari pusat lingkaran ke aarah bidang lingkaran.
3.Bagan Setengah lingkaran ialah bentuk bagan organisasi yang saluran
wewenang dari pucuk pimpinan sampai dengan satuan organisasi atau
pejabat yang terendah disusun dari pusat lingkaran kea rah bidang bawah
lingkaran atau sebaliknya.
4. Bagan Elips ialah bentuk bagan satuan
organisasi yang saluran wewenangnya dari pucuk pimpinan sampai dengan
satuan organisasi atau pejabat yang terendah disusun dari pusat Elips
kea rah bidang el


Senin, 14 Oktober 2013

Pengalaman berorganisasi

di mulai sejak pertama kali saya masuk SMA. saya sudah mengikuti sebuah organisasi di sekolah yaitu OSIS, awalnya sih masuk osis itu seru , lebih banyak tau tentang organisasi lainnya, dan juga kepemimpinan, tapi lama-kelamaan, osis di sekolah saya, malah merubah kita menjadi, seperti pembantu, suruh angkat meja, bangku DLL, buka seperti osis yg biasanya, paling yang sama hanya menospek pelajar yg baru masuk di sekolah saya sudah itu saja yang tidak ada bedanya, tapi yang lainnya beda semua, untung aja saya masuk ke organisasi yg lainnya, yaitu ROHIS (rohani islam). nah semenjak masuk rohis, saya mulai lebih aktif di rohis di banding osis, karna perbedaan yg begitu jauh dan lebih bermanfaat di banding osis, lebih bisa mengetahui islam lebih dalam, DLL pokoknya lebih nyaman dan lebih bermanfaat di banding osis, setelah itu saya aktif di rohis, dan saya berniat mengundurkan diri dari osis, di karnakan alasan tertentu, pembina dan guru pun menolaknya tapi saya tetap ingun keluar, dan keluar lah saya dari osis, dan memang beda rasanya dan manfaatnya saya aktif di rohis di banding osis, saya mulai memasuki kelas 2 sma, dan saya pun mengikuti sebuh organisasi yaitu JUC salah satu komunitas jepang yg ada di depok, saya mulai memasuki komunitas itu pas dengan pertama saya masuk kelas 2 SMA, di sini saya banyak mengetahui tentang jepang, dari pakaian, style, budaya, agama DLL, kita juga saling berbagi pengetahuan dan pengalaman tentang jepang, menurut saya ini benar-benar bagus untuk di dapatkan dan di ikuti, di JUC ini saya banyak mengikuti sebuah festifal japng yang di adakan di depok maupun di jakarta, yaitu dengan berdandan HARAJUKU STYLE, yaitu sebuah dandanan ala japang yg unik dan menarik , yang pasti keren dan patut untuk di coba, sama sekali belom terpikir oleh saya mengikuti lomba tersebut, karan banyak yg lebih bagus dari saya, dan itu butuh dana yg lumayan cukup mahal, yah,,, makanya saya hanya berpenampilan saja dan untuk mencari para fans :).
nah setelah saya masuk kelas 3 SMA saya mengikutin sebuah organisasi COVER DANCE KOREA, yaitu mengcover dance dan meniru dance tersebut dengan benar dan sempurna, disini kita juga sama seperti komunitas lainnya, membahas tentang budaya korea, seni, dan banyak lagi, pernah saya mengikuti cover dance tersenut dan saya menang juara ke-3 yah lumayan lah, padahal baru masuk udah jadi juara ke-3, nah di masa SMA lah saya mengikuti banyak sekali organisasi atau komunitas yang menurut saya sangat bermanfaat sekali bagi pengetahuan dan kehidupan saya,, hahaha, ini lah pengalaman saya dalam mengikuti organisasi, sekian dan terimakasih,,,,, :)

Jumat, 05 Oktober 2012

etika menulis di internet

Internet memang sangat dekat dengan kehidupan kita sehari-hari. Dari mulai menulis email,milis,blog,chatting dan sebagainya kita menggunakan internet. Bukan hanya di kehidupan sehari-hari kita belajar sopan santun,di internet pun kita juga harus sopan dalam berbicara. Tetapi banyak sekali orang menulis di internet dengan menggunakan huruf atau bahasa yang seenaknya sendiri,seperti menulis dengan huruf besar,menggunakan bahasa kasar,dan sebagainya. Di dalam blog ini saya akan menuliskan tentang etika menulis di internet.
Tulisan etika menulis di internet ini adalah pendapat pribadi tentang sopan santun menulis di dunia maya. Dunia maya juga memiliki aturan-aturan dan sopan santun yang harus kita pahami. Sering sekali seseorang dengan seenak hati menulis di blog,mengirimkan pesan melalui email,atau megirimkan atau mempublikasi dokumen elektronis lainnya (gambar,video,tulisan,dan bentuk-bentuk lainnya) tanpa memperhatikan aturan dan etikanya.
Sebagai orang yang sering memanfaatkan internet untuk keperluan sehari-hari sebaiknya kita membaca undang-undang transaksi elektronis yang telah disahkan pada tahun 2008. Undang undang tersebut dapat di download dari website www.ri.go.id. Disana kita dapat langsung membaca bab VII yang mengatur tentang tindakan yang dilarang.
Perbuatan-perbuatan yang dilarang tersebut adalah sebagai berikut:
1. Mengirimkan dan mendistribusikan dokumen elektronis yang bersifat pornografi,judi,menghina dan mencemarkan nama baik,mengancam,membohongi dan menyesatkan,menyinggung SARA dan menakut-nakuti. Jadi mengirimkan email ke seseorang yang bernada ancaman bisa dijerat dengan pasal perbuatan terlarang yang menyangkut ancaman.
2. Jangan terlalu sering menulis kata-kata dengan huruf kapital/huruf besar,karena orang bisa mengira kita sedang teriak-teriak atau marah-marah.
3. Jangan melakukan FLOOD atau menulis kalimat secara terus-menerus dan berulang-ulang.
4. Dengan sengaja tanpa hak mengakses komputer orang lain dengan tujuan mendapatkan informasi atau dokumenelektronik,dengan sengaja melakukan pembobolan,penerobosan dan melampaui sistem keamanan elektronis. Jadi mengakses komputer orang lain tanpa izin pun bisa di tuntut ke pengadilan.
5. Melakukan penyadapan terhadap informasi elektronis atau dokumen elektronis. Bagi yang gemar menggunakan program key logging dapat terjerat dalam perbuatan ini.
6. Melakukan hal yang dapat menyebabkan terganggunya sistem elektronis. Melakukan spam yang membuat sebuah website menjadi tidak berfungsi bisa di kategorikan dalam perbuatan ini.
7. Tanpa hak melakukan penggandaan,mendistribusikan atau memproduksi sesuatu yang digunakan untuk mendukung keperluan melakukan perbuatan yang dilarang yang telah disebutkan diatas. Jadi sebagai contoh seorang programmer yang dengan sengaja membuat suatu rutin untuk membobol sebuah sistem keamanan bank dapat dikenakan ancaman hukuman. Kecuali dengan tujuan penelitian,pengujian sisterm keamanan bank tersebut dan memang pihak bank sendiri menugaskan programer tersebut.
8. Memanipulasi,mengubah,menghilangkan merusak dengan tujuan menjadikan suatu informasi elektronis atau dokumen elektronis seperti otentik. Misalkan kita memanipulasiisi transkrip kita dan mengirimkannya sebagai persyaratan untuk melamar beasiswa sudah masuk dalam kategori ini. Dan ada  beberapa hal yang perlu di perhatikan dalam menulis di internet,  seperti :
1. memperhatikan apa yang kita tulis apakah itu membuat orang merasa tersinggung atau terganggu dengan apa yang kita tulis.
2. jangan menulis kata-kata yang berbau rasis karena itu akan menyulut pertikaian.
3. menulis dengan kata-kata yang sopan.
4. berguna bagi orang yang membacanya.
5. memiliki alasana yang kuat dalam menulis di internet.
6. menggunakan kata-kata yang mudah di mengerti.
7.menggunakan bahasa yang baik dan benar.
8. tdak boleh menampilkan karya tulis orang lain tanpa menuliskan sumbernya atau orang yang memiliki karya tersebut.

Apalagi yang dengan sengaja membuat suatu program untuk memalsukan tanda tangan elektronis (yang dimaksud tanda tangan elektronis bukanlah tanda tangan yang di scan,tetapi sebuah kunci yang digunakan untuk authentikasi seseorang atau lembaga).
Untuk pembuktian bahwa seseorang melakukan perbuatan terlarang tersebut harus melalui prosespembuktian yang dapat dipertanggungjwabkan. Mislanya seseorang mengirimkan email berupa ancaman harus di buktikan apakah email tersebut diakses oleh pemiliknya atau orang lain yang telah membbobol email tersebut. Penyidikan tersebut harus memperhatikan integritas data dan prosedur standar internasional untuk penyidikan kasus yang melibatkan bukti elektronis.
Prasarana pendukung pelaksanaan Undang-Undang informasi transaksi elektronis seharusnya disiapkan secara maksimal. Sebagai contoh persiapan untuk mengetahui keaslian bukti digital yang tentu melibatkan bidang digital forensics. Prinsip dasar dalam digital forensik seperti persiapan investigator,pengumpulan data atau bukti ,meneliti dan mencermati bukti,menganalis dan menghasilkan proses investigasi harus memenuhi suatu standar yang menjamin prosestersebut valid. Jadi dari semua aspek ,orang,alat,metode dan prosedur harus sesuai aturan.
Sebenarnnya hal yang paling sederhana dapat dilakukan pada saat menulis di dunia maya adalah meningkatkan kehati-hatian. Pikirkan kembali segala sesuatu sebelum menulis internet. Efek dari dari tulisan bisa berakibat dalam pada urusan hukum. Tulisan yang dimuat pada media yang tidak dalam kendali misalkan mailing list tidak dapat dihapus tanpabantuan administrator. Demikian juga tulisan di blog yang menyebar karena di copy oleh banyak pihak. Untuk itu dalam haruslah dipikirkan tujuan yang hendak dicapai dari tulisan tersebut dan kita siap menanggung resiko dari apa yang kita tulis.
Memang benar adanya bahwa kita mempunyai kebebasan berpendapat itu juga ada batasannya yaitu hak orang lain. Selama pendapat tersebut tidak merugikan orang lain dan bermanfaat. Kita tidak perlu takut untuk menulis. Yang perlu saya tegaskan adalah kita harus mengerti tentang etika menulis,seperti menggunakan inisial untuk menunjuk ke seseorang jika bermaksud mengambil pengalaman tentang suatu kasus. Intinya yang harus dikritik di media adalah tindakan yang salah dan bagaimana solusinya supaya itu terjadi lagi.